Hidupnya tambah sepi, tambah hampaMalam apa lagila memekik ngeriDicekik kesunyian kamarnya
la membenci. Dirinya dari segalaYang minta perempuan untuk kawannya
Bahaya dari tiap sudut. Mendekat jugaDalam ketakutan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!
Februari 1943