Aku berkisar antara mereka sejak terpaksaBertukar rupa di pinggir jalan, aku pakai mata merekapergi ikut mengunjungi gelanggang bersenda:kenyataan-kenyataan yang didapatnya.(bioskop Capitol putar film Amerika,lagu-lagu baru irama mereka berdansa)Kami pulang tidak kena apa-apaSungguhpun Ajal macam rupa jadi tetanggaTerkumpul di halte, kami tunggu trem dari kotaYang bergerak di malam hari sebagai gigi masa.Kami, timpang dan pincang, negatip dalam janji jugaSandarkan tulang belulang pada lampu jalan saja,Sedang tahun gempita terus berkata.Hujan menimpa. Kami tunggu trem dari kota.Ah hati mati dalam malam ada doaBagi yang baca tulisan tanganku dalam cinta merekaSemoga segala sypilis dan segala kusta(Sedikit lagi bertambah derita bom atom pula)Ini buktikan tanda kedaulatan kami bersamaTerimalah duniaku antara yang menyaksikan bisaKualami kelam malam dan mereka dalam diriku pula.
1949