di pegunungan 1943
Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,Menatap lama ke dalam pandangnyacoba memisah matanya menantangyang satu tajam dan jujur yang sebelah.
Ketawa diadukannya giginya padamulut Chairil; dan bertanya: Adakah, adakahkau selalu mesra dan aku bagimu indah?Mirat raba urut Chairil, raba dadaDan tahulah dia kini, bisa katakandan tunjukkan dengan pasti di manamenghidup jiwa, menghembus nyawaLiang jiwa-nyawa saling berganti. Diarapatkan
Dirinya pada Chairil makin sehati;hilang secepuh segan, hilang secepuh cemasHiduplah Mirat dan Chairil dengan deras,menuntut tinggi tidak setapak berjarakdengan mati.
1949