I
Adakah jauh perjalanan ini?Cuma selenggang! — Coba kalau bisa lebih!Lantas bagaimana?Pada daun gugur tanya sendiri,Dan sama lagu melembut jadi melodi!Apa tinggal jadi tanda mata?Lihat pada betina tidak lagi menengadahAtau bayu sayu, bintang menghilang!Lagi jalan ini berapa lama?Boleh seabad... aduh sekerdip saja!Perjalanan karna apa?Tanya rumah asal yang bisu!Keturunanku yang beku di situ!Ada yang menggamit?Ada yang kehilangan?Ah! jawab sendiri — Aku terus gelandangan....
II
Seperti ibu + nenekku jugatambah tujuh keturunan yang laluaku minta pula supaya sampai di sorgayang kata Masyumi + Muhammadiyah bersungai susudan bertabur bidari beribu
Tapi ada suara menimbang dalam diriku,nekat mencemooh: Bisakah kiranyaberkering dari kuyup laut biru,gamitan dari tiap pelabuhan gimana?Lagi siapa bisa mengatakan pastidi situ memang ada bidariSuaranya berat menelan seperti Nina, punyakerlingnya Jati?
Malang, 28 Februari 1947
- Versi P (Editor).