Kalau, ‘ku habis-habis kata, tidak lagiberani memasuki rumah sendiri, terdiridi ambang penuh kupak,
adalah karena kesementaraan segalayang mencap tiap benda, lagi pula terasamati kan datang merusak.
Dan tangan ‘kan kaku, menulis berhenti,kecemasan derita, kecemasan mimpi;berilah aku tempat di menara tinggi,di mana kau sendiri meninggi
atas keramaian dunia dan cedera,lagak lahir dan kelancungan cipta,kau memaling dan memujadan gelap-tertutup jadi terbuka!
1946