Laron pada matiTerbakar di sumbu lampuAku juga menemuAjal di cerlang caya matamuHeran! ini badan yang selama berjagaHabis hangus di api matamu‘Ku kayak tidak tahu saja.
II
Aku kiraBeginilah nanti jadinya:Kau kawin, beranak dan berbahagiaSedang aku mengembara serupa AhasverosDikutuk-sumpahi ErosAku merangkaki dinding buta,Tak satu juga pintu terbuka.Jadi baik kita padamiUnggunan api iniKarena kau tidak ‘kan apa-apa,Aku terpanggang tinggal rangka
25 November 1945
- Bandingkan dengan sajak “Tak Sepadan” di halaman 10 (Editor).