Suaramu bertanda derita laut tenang...Si Mati ini padaku masih berbicaraKarena dia cinta, di mulutnya membusahDan rindu yang mau memerahi segalaSi Mati ini matanya terus bertanya!
Kelana tidak bersejarahBerjalan kau terus!Sehingga tidak gelisahBegitu berlumuran darah.
Dan duka juga menengadahMelihat gayamu melangkahMendayu suara patah:“Aku saksi!”
Bohang,Jauh di dasar jiwamubertampuk suatu dunia;menguyup rintik satu-satuKaca dari dirimu pula....
1945